TENTUKAN USER EXPERIENCE YANG TEPAT DENGAN CARA – CARA INI!

www.opowi.id – TENTUKAN USER EXPERIENCE YANG TEPAT DENGAN
CARA – CARA INI!

            User Experience (UX) adalah salah satu elemen yang
penting dalam meningkatkan konversi serta meraih profit yang tinggi melalui
aplikasi yang Anda buat. Dengan bertujuan untuk memberi rasa nyaman pada
pengalaman pengguna, UX seharusnya dibuat sesederhana dan semudah mungkin.
Berikut ini adalah cara – cara untuk menentukan user experience anda secara
tepat!
1. Kenali karakteristik pengguna Anda
Sebelum membuat desain UX,
jangan lupa untuk mengidentifikasi dan mengenali karakteristik dari pengguna
aplikasi Anda. Hal itu terkait dengan budaya, latar belakang pendidikan,
kondisi sosial, status ekonomi, gaya hidup, dan hal–hal lainnya terkait dengan
pengguna Anda karena tujuan UX adalah membuat pengguna nyaman, maka pastikan
bahwa Anda tidak ‘salah sasaran’.
2. Buat aplikasi yang betul–betul “berguna” dan mudah digunakan
Tidak
semua aplikasi yang tampaknya bagus dan sangat canggih akan sangat berguna bagi
penggunanya. Karena bisa saja semua kelengkapan dan kecanggihan aplikasi
tersebut malah membuat penggunanya menemukan banyak kesulitan. Ini mungkin
faktor yang paling krusial dalam UX, yaitu apakah aplikasi Anda dapat digunakan
dengan mudah. Ketika pengunjung masuk ke dalam sebuah website, secara alamiah dia akan masuk dan menggunakan visualisasi
yang ada dalam website tersebut untuk
masuk dan bernavigasi di dalam. Contohlah Quora atau Flickr, sebuah website yang pada
dasarnya plain basic dan tidak banyak
ornamen, namun penggunanya tidak mengalami kesulitan dalam bernavigasi dan juga
menggunakan layanan-layanannya. Tidak dibutuhkan manual untuk melakukan hal
ini, menunjukkan betapa bagusnya UX di kedua situs tersebut.

3. Jaga kekonsistenan aplikasi Anda
Ada dua macam konsistensi,
yaitu konsistensi internal (antar komponen di website),namun juga bisa konsisten dengan konvensi/standard
internasional yang berlaku. Yang dimaksud konsisten adalah kekonsistenan dalam
layout ataupun look and feel dari
berbagai halaman dalam sebuah website.Coba
tengok website Apple.com, yang
memiliki beragam layout untuk halaman depan, halaman produk, store, fitur dan
sebagainya, namun tetap konsisten dengan look
and feel
secara keseluruhan.
4. Perhatikan pentingnya pembuatan form sign-up
Form sign-up ternyata
memainkan peran yang cukup penting dalam mendesain UX yang tepat. Mengapa? Sign-up form yang tiba-tiba muncul
sesaat setelah membuka sebuah situs, adalah salah satu penghalang terbesar
untuk berinteraksi dengan user. Riset telah membuktikan bahwa 86% orang tidak
menyukai sign-up forms, dan 23% tidak
akan menjadi pelanggan kita meskipun mereka sudah mengklik tombol sign-up. Lebih baik untuk membiarkan
pengguna ‘berselancar’ terlebih dahulu lalu kemudian tawarkan imbalan yang bisa
mereka dapatkan jika mengisi form sign-up,
misalnya: kesempatan mengikuti undian berhadiah, atau kiriman promo–promo
yang ditawarkan secara gratis.
5. Tampilkan fitur yang tepat
Search
function
, atau fungsi pencarian, adalah salah satu fitur
yang paling sering dicari oleh pengguna. Jika Anda menawarkan barang atau jasa,
tentunya fitur ini akan sangat membantu para pengguna aplikasi. Selain itu, live chat dengan admin juga menjadi
fitur yang bisa meningkatkan UX di aplikasi Anda.
6. Ukur dengan data yang spesifik
Jika suatu aplikasi sudah
diluncurkan, ada baiknya untuk melakukan pengukuran. Pengukuran bisa dilakukan
dengan mengadakan survei, menyebarkan kuesioner, atau mengadakan suatu simulasi
kepada para pengguna yang belum mengetahui aplikasi Anda sebelumnya. Hal ini
bisa digunakan developer sebagai
rujukan untuk lebih meningkatkan aplikasi dan memperluas pangsa pasar.
7. Selalu mengikuti perkembangan trend
Eits! Mengikuti
perkembangan trend bukan berarti Anda
harus berubah terus sesuai dengan trend
yang sedang berlangsung. Tapi lihatlah apa yang sedang berkembang dan digemari
banyak orang, kemudian sesuaikan dengan aplikasi yang Anda buat. Jika sesuai, Anda
bisa mengimplementasikannya. Namun, jangan
sampai asal mengikuti semua yang ada, karena belum tentu semuanya cocok. Jangan
pernah meninggalkan identitas dan jati diri yang sudah Anda tampilkan, hanya
untuk mengikuti trend semata.
8. Perhatikan evaluasi dan feedback
dari pengguna
Karena User Experience (UX) sudah tentu berorientasi pada user, maka pastinya feedback dari para
pengguna aplikasi Anda sangatlah penting. Kebanyakan developer memilih pengguna tertentu untuk pengujian beta dan
meningkatkan prototipe-nya berdasarkan hasil uji ini sebelum meluncurkannya ke
publik. Jika ada user yang merasa
tidak nyaman atau kesulitan menggunakan aplikasi Anda, atau ingin memberikan
saran terkait dengan UX di aplikasi Anda, perhatikanlah hal–hal tersebut
sebagai bahan evaluasi yang aktual. Karena bagaimanapun juga, UX sebagus apapun
tanpa pengguna pun akan percuma.
Dengan mempelajari UI/UX Anda akan
mempelajari hal-hal seputar User Interface (UI) dan User Experience (UX)dengan
lebih terarah dan mendalam sehinggadapatmenciptakan User Experience (UX) yang
lebihefektif, efesien, dan juga mengutamakankenyamanandariuser.
Nah, buat yang maubelajar UI/UX , di IDS | International Design
School menyediakan program UI/UX sehinggamendapatkan
ilmu pengetahuan seputar design thinking, membuat wireframe dan prototype,
menguji usability prototype, dan masih banyak lagi.
Nah, buat Anda yang masih bingung dan mau intip-intip
dulu seputar program kita. Bisa cek di instagram, facebook atau  website kita di www.idseducation.com
Source:
123

Related posts

Leave a Comment